Logika Dasar Alasan Terlarangnya Mengucapkan Selamat Natal bagi Muslim
sebuah renungan bukan untuk di perdebatkan...
"Ketika kita mengucapkan
selamat wisuda, kita mengakui dia telah lulus, kan?
Selamat siang, artinya kita
mengakui itu siang kan?
Selamat menikah, artinya kita mengakui pernikahan, kan?
Selamat malam, artinya kita mengakui itu malam kan? Artinya kita menyetujui
keadaan2 itu, kan?
Iya tidak?
dan, ucpan selamat itu
menunjukkan sebuah rasa kebahagiaan kan?
Artinya kita berbahagia, kan? Apa ada
ucpn slmat utk kesedihan? Tidak, kan?
Lalu, logika mana yg
mengatakan,
ketika kita blg selamat malam itu artinya bukan malam, mengingkari
itu malam?
Selamat menikah tp tdk mengakui pernikahan seseorang, mengingkari
pernikahannya?
Selamat wisuda tp tdk mengakui kelulusan seseorang, mengingkari
kelulusannya?
Sementara itu semua lhir tnpa paksaan.
Tell me, logika mana?"
* * *
ini merupakan LOGIKA DASAR yang
menjelskan kenapa umat Islam dilarang mengucapkan selamat natal.
Sebab natal itu artinya
(menurut kepercayaan Kristen) kelahiran anak tuhan yang bernama yesus.
Sesuai dengan logika di atas,
maka mengucapkan natal itu artinya kita mengakui bahwa yesus anak tuhan, atau
yesus sebagai tuhan.
Sebagai umat Islam, saya yakin
Anda setuju bahwa pengakuan seperti itu bertentangan dengan:
1. Prinsip Tauhid
2. Dua kalimat syahadat
3. Al Quran surah Al Ikhlas:
Katakanlah, “Dialah Allah, Yang Maha Esa,
Allah tempat meminta segala sesuatu,
Dia tiada beranak dan tiada diperanakkan,
Dan tidak ada sesuatu pun yang setara dengan Dia.
Katakanlah, “Dialah Allah, Yang Maha Esa,
Allah tempat meminta segala sesuatu,
Dia tiada beranak dan tiada diperanakkan,
Dan tidak ada sesuatu pun yang setara dengan Dia.
itulah Logika Dasar Alasan Terlarangnya Mengucapkan Selamat Natal bagi Muslim
bukan untuk di perdebatkan karena aku sayang kalian semuanya...

0 komentar:
Posting Komentar