Jumat, 27 Januari 2017

Adab dan Sunnah di Hari Jumat

BY Unknown IN , , , , , No comments

Adab dan Sunnah di Hari Jumat


Inilah Adab dan Sunnah di Hari Jumat, Muslim Wajib Baca, Dan Setelahnya Ayo Share Supaya Mendapatkan Pahala Kebaikan.

SUNNAH dan Adab  Menyambut Hari Jumat antara lain sebagai berikut :

1. Mandi Jum’at [jenabat]

Mandi pada hari Jumat wajib hukumnya bagi setiap muslim yang baligh berdasarkan hadits Abu Sa’id Al Khudri, di mana Rasulullah bersabda, yang artinya, “Mandi pada hari Jumat adalah wajib bagi setiap orang yang baligh.” (HR. Bukhori dan Muslim). Mandi Jumat ini diwajibkan bagi setiap muslim pria yang telah baligh, tetapi tidak wajib bagi anak-anak, wanita, orang sakit, dan musafir. Sedangkan waktunya adalah sebelum berangkat sholat Jumat. Adapun tata cara mandi Jumat ini seperti halnya mandi jenabat biasa. Rasulullah bersabda yang artinya, “Barangsiapa mandi Jumat seperti mandi jenabat.” (HR. Bukhari dan Muslim)

2. Berpakaian Bersih dan Memakai Wangi-Wangian

Rasulullah berkata, “Siapa yang mandi pada hari Jumat, bersuci sesuai kemampuan, merapikan rambutnya, mengoleskan parfum, lalu berangkat ke masjid, dan masuk masjid tanpa melangkahi di antara dua orang untuk dilewatinya, kemudian shalat sesuai tuntunan dan diam tatkala imam berkhutbah, niscaya diampuni dosa-dosanya di antara dua Jum’at.” [HR. Bukhari]

3. Menghentikan Aktivitas Jual-Beli dan Menyegerakan ke Masjid

Anas bin Malik berkata, “Kami berpagi-pagi menuju sholat Jumat dan tidur siang setelah sholat Jumat.” (HR. Bukhari). Al Hafidz Ibnu Hajar berkata, “Makna hadits ini yaitu para sahabat memulai sholat Jumat pada awal waktu sebelum mereka tidur siang, berbeda dengan kebiasaan mereka pada sholat zuhur ketika panas, sesungguhnya para sahabat tidur terlebih dahulu, kemudian sholat ketika matahari telah rendah panasnya.” (Lihat Fathul Bari II/388)

4. Sholat Sunnah Sebelum dan Sesudah Shalat Jumat

Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu menuturkan bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Barangsiapa mandi kemudian datang untuk sholat Jumat, lalu ia sholat semampunya dan dia diam mendengarkan khotbah hingga selesai, kemudian sholat bersama imam maka akan diampuni dosanya mulai Jumat ini sampai Jumat berikutnya ditambah tiga hari.” [HR. Muslim]

5. Membaca Surat Al Kahfi

Nabi bersabda yang artinya, “Barangsiapa yang membaca surat Al Kahfi pada hari Jumat maka Allah akan meneranginya di antara dua Jumat.”

6. Memperbanyak Shalawat.

Dari Anas ra, Rasulullah bersabda: “Perbanyaklah shalawat pada hari Jumat dan malam Jumat.” [HR. Baihaqi]

Dari Aus Radhiallahu ‘anhu, dia mengatakan, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, bersabda: “Sebaik-baik hari kalian adalah hari Jumat: pada hari itu Adam diciptakan, pada hari itu beliau diwafatkan, pada hari itu sangkakala ditiup, pada hari itu manusia bangkit dari kubur, maka perbanyaklah shalawat kepadaku pada hari itu, karena shalawat kalian akan diperlihatkan kepadaku”, para shahabat bertanya: “wahai Rasulullah, bagaimana diperlihatkan kepada engkau sedangkan tubuh engkau sudah hancur (sudah menyatu dengan tanah ketika sudah wafat), Beliau menjawab: “sesungguhnya Allah Subhanahu Wata’ala mengharamkan kepada bumi untuk memakan (menghancurkan) jasad para Nabi.” [HR, “al-Khamsah]

7. Mencintai Apa yang Dicintai Nabi

Rasulullah Muhammad adalah orang pilihan dan kekasih Allah SWT. Apapun amalan yang disukai Nabi adalah hal yang paling disukai Allah dan setiap amalan yang dibenci Nabi juga dimurkai Allah.

Bentuk kesungguhan kita mencintai Rasulullah Saw adalah berlomba-lomba dan bersungguh-sungguh mengikuti dan meneladani apa yang telah beliau lakukan. Sebagaimana firman Allah SWT; Artinya, ”Apa saja yang dibawa oleh Rasul untuk kalian, ambillah, dan apa saja yang dilarangnya atas kalian, tinggalkanlah.” [QS. al-Hasyr [59]: 7]

Dalam ayat lain disebutkan, Katakanlah, “Jika kalian benar-benar mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah akan mengasihi kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian.” [Qs. Ali-Imran [3]: 31].

Karena itu, apapun yang sudah ditetapkan Nabi –termasuk memuliakan hari Jumat– adalah sesuatu yang sudah pasti disukai Allah Subhanahu Wata’ala. Sangatlah tidak pantas bagi kita sekalian mengada-adakan dan mengarang-ngarang sesuatu yang sesungguhnya tidak ada dan tidak pernah dilakukan Nabi kita.

Semoga setelah ini kita ikut menjadikan dan memuliakan hari Jumat.*

Minggu, 22 Januari 2017

INILAH CIRI MUSLIM SEJATI

BY Unknown IN , , No comments

INILAH CIRI MUSLIM SEJATI


Dalam ibadah haji dan umroh kita akan berjumpa dengan berbagai macam orang dari segala penjuru dunia. Ada saudara kita yang berkulit putih dari eropa, ada yang berkulit hitam dari afrika, ada yang berkulit kuning dari cina dll.

Kesemuanya itu disatukan melalui Islam, subhanallah. Sehingga untuk memudahkan mengenal identitas sesorang, pemerintah Saudi memberikan tanda asal negara setiap orang melalui gelang yang diikatkan di tangan.

Tapi tahukah Anda apa yang menjadi ciri utama seorang muslim?

Sehingga jika seseorang memiliki ciri ini, dimanapun dia berada pasti akan dikenali sebagai muslim yang baik.

Apakah itu?

Mari kita simak hadits Nabi dalam riwayat Bukhari berikut ini, "Seorang muslim yang sejati adalah dia ketika orang lain selamat dari lisan dan tangannya".

Ini adalah ciri yang sangat sederhana namun tidak mudah dalam mengamalkannya.

Betapa banyak kita melihat seorang muslim menjelekkan muslim yang lain, hanya karena beda pemahaman, mungkin yang satu berjenggot yang satu tidak, lalu keduanya saling menjelekkan satu sama lain. Naudzubillah...

Semoga kita dijauhkan dari perbuatan menyakiti orang lain.

Ada kisah menarik dari generasi sahabat yang sangat menginspirasi karena kebaikan dirinya dalam menjaga lisan dan perbuatannya.

Begini kisahnya...

Sahabat Rasulullah Anas bin Malik menceritakan bahwa ada sebuah kejadian yang dialami di sebuah majelis bersama dengan Rasulullah shalallahu'alaihi wa sallam.

Anas bin Malik radiyallahu'anha bercerita :

“Pada suatu hari ia duduk bersama dengan Rasulullah, kemudian beliau bersabda, “Sebentar lagi akan muncul di hadapan kalian seorang lelaki penghuni surga."

Kemudian muncullah seorang laki-laki dari golongan Anshar yang janggutnya basah dengan air wudhunya. Lalu kemudian ia mengikat kedua sandalnya pada tangan sebelah kirinya.

Dan keesokan harinya, Rasulullah shalallahu'alaihi wa sallam juga bersabda sama seperti hari sebelumnya, “Akan datang seorang laki-laki penghuni surga." Dan muncullah laki-laki itu lagi. Kejadian itu terus berulang sampai 3 hari berturut-turut.

Lalu ada di antara sahabat yang penasaran ialah Abdullah bin Amr bin Al-Ash mencoba untuk mengikuti seorang laki-laki yang telah disebut oleh Rasulullah sebagai penghuni surga.

Kemudian beliau pun berkata kepada laki-laki tersebut :

“Saya sekarang ini sedang ber-tengkar dengan ayah saya, dan saya sudah berjanji kepada ayah saya selama tiga hari ini saya tidak akan menemuinya. Maukah engkau memberi tempat bermalam untuk saya selama tiga hari saja?”

Lalu laki-laki itu menjawab, "Baiklah silakan engkau boleh tinggal di rumahku selama yang engkau mau."

Kemudian Abdullah bin Amr mengikuti orang itu ke rumah-nya, dan tidurlah Abdullah bin Amr di rumah laki-laki tersebut.

Di malam pertama Abdullah bin Amr menduga kalau laki-laki ini akan mendirikan shalat malam, tetapi ternyata laki-laki itu tertidur terus.

Sempat laki-laki itu bangun di tengah malam, namun hanya sesaat saja mengucapkan dzikir lalu kemudian tidur lagi.

Di malam berikutnya Abdullah bin Amr masih penasaran barangkali laki-laki itu punya amalan istimewa lainnya. Namun ternyata dia menemukan hal sama seperti malam sebelumnya yaitu tertidur pulas sampai shubuh.

Sampai malam ketiga Abdullah bin Amr sama sekali tidak melihat sesuatu yang sangat istimewa di dalam ibadah laki-laki tersebut.

Lalu keesokan paginya Abdullah bin Amr berkata, “Wahai hamba Allah, sesungguhnya aku tidak bertengkar dengan ayahku, dan sungguh aku juga tidak menjauhinya. Akan tetapi aku telah mendengar bahwa Rasulullah berkata tentang dirimu sampai tiga kali, "Akan datang seorang laki-laki penghuni surga.”

Kemudian yang muncul adalah dirimu. Rasulullah mengulang sabda yang sama sampai 3 hari berturut-turut dan selama itu pula yang muncul adalah dirimu.

Aku berniat memperhatikan amalan-amalanmu agar aku juga dapat menirunya. Mudah-mudahan dengan amalan yang sama diriku ini bisa mencapai kedudukanmu.”

Lalu laki-laki tersebut menjawab: “Yang aku amalkan sungguh tidak lebih dari apa yang telah engkau saksikan.”

Ketika aku berpaling untuk pamit pulang, dia (laki-laki itu) memanggilku lagi, kemudian ia berkata,

“Demi Allah, amalku tidak lebih daripada apa yang telah engkau saksikan tersebut. Hanya saja aku tidak pernah sedikitpun menyimpan niat yang buruk terhadap seluruh umat muslim, dan sungguh aku tidak pernah menyimpan rasa “dengki” kepada mereka atas kebaikan yang telah Allah berikan kepada mereka.”

Lalu Abdullah bin Amr berkata :

“Sungguh, begitu bersihnya hatimu dari perasaan jelek terhadap seluruh kaum muslimin, dan bersihnya hatimu dari perasaan dengki. Inilah tampaknya yang menyebabkan dirimu sampai ke tempat yang terpuji itu (surga). Hal inilah justru yang tidak pernah bisa kami lakukan.”

Subhanallah sungguh kelihatannya disini sangat sederhana, akan tetapi justru amalan inilah yang seringkali sulit kita amalkan.

Mungkin di hari ini kita mampu berdiri tegak, rukuk dan sujud kepada Allah untuk melaksanakan shalat, akan tetapi terasa sangat sulit bagi kita untuk menghilangkan kebencian, rasa tidak suka terhadap kebahagiaan orang lain yang justru hal itu merugikan diri kita sendiri.

Silakan share jika dirasa bermanfaat...

10 Keistimewaan Adzan yang Membuat Kita Bangga Menjadi Orang Islam

BY Unknown IN , , , No comments

Subhanallah! Inilah 10 Keistimewaan Adzan yang Membuat Kita Bangga Menjadi Orang Islam

Subhanallah! Inilah 10 Keistimewaan Adzan yang Membuat Kita Bangga Menjadi Orang Islam................



Adzan menggambarkan panggilan buat menunaikan shalat untuk para umat agama islam. dan juga yang menyerukan adzan di sebut muadzin. adzan mempunyai banyak keistimewaan yang luar biasa. berikut ini 10 istimewaan adzan bersumber pada hadits - hadits shahih :

1. pahala adzan amat besar
rasulullah shallallahu alaihi wasallam telah bersabda yang diriwayatkan oleh bukhori dan juga muslim dimana pahala adzan amat besar.


2. makhluk dan juga barang yang mendengar adzan hendak jadi saksi mata untuk muadzin
segala makhluk dibumi ini baik yang bergerak maupun tidak yang bernyawa dan juga yang tidak dan jin yang mendengar adzan seseorang muadzin, mereka hendak jadi saksi mata untuk seseorang muadzin di hari kiamat nanti sebagia amal baik.

3. muadzin hendak menemukan ampunan allah subhanahu wa taala
dan juga keistimewaan adzan yang ke 3 untuk seseorang muadzin yakni hendak memperoleh ampunan dari allah subhanahu wa taala karna smua makhluk yang terdapat dimuka bumi yang mencermati adzan hendak memohon ampunan buat muadzin.

4. orang yang adzan menemukan pahala serupa orang yang shalat
justify; " > bila seseorang muadzin mengumandangkan adzan di masjid ataupun mushola, setelah itu orang berduyun - duyundatang buat menunaikan shalat jamaah karna mendengar suara adzan dari muadzin tersebut, hingga muadzin memperoleh keistimewaan pahala serupa pahalanya orang - orang yang shalat bersamanya tersebut.

5. muadzin jadi orang yang dipercaya allah subhanahu wa taala
muadzin memperoleh keyakinan dari allah subhanahu wa taala.

6. muadzin didoakan rasulullah shallallahu alaihi wasallam
serupa yang terdapat di dalam hadits yang diriwayatkan oleh ibnu hibban, bahwasannya, rasulullah shallallahu alaihi wasallammendoakan muadzin, memintakan ampunan allah subhanahu wa taala untuk muadzin

7. adzan membikin syetan cemas dan juga lari
kala mendengar adzan hingga syetan hendak cemas dan juga berlari.

8. leher muadzin hendak dipanjangkan di hari kiamat
untuk para muadzin hingga hendak dimuliakan allah subhanahu wa taala di hari kiamat, di antara lain dengan dipanjangkan lehernya.

9. orang yang adzan dibanggakan allah subhanahu wa taala di hadapan malaikat - nya
mengkumandangkan adzan hendak jadi nilai tertentu dihadapan allah subhanahu wa taala dan juga hendak dibanggakan namanya dihadapan para malaikat allah subhanahu wa taala.

10. para muadzin hendak dimasukkan ke dalam surga
keistimewaan adzan yang ke 10 yakni untuk para muadzin ataupun orang yang adzan hendak dimasukkan allah subhanahu wa taala ke dalam surga - nya sebagaimana yang terdapat dalam hadits.

seperti itu tadi ulasan tentang keistimewaan dari adzan dan juga pula para muadzin, mudah - mudahan berguna.


Silahkan LIKE & SHARE jika dirasa bermanfaat.....

Kamis, 19 Januari 2017

Jadi Muslim kok minder, bangga dong punya Islam

BY Unknown IN , , , No comments

Jadi Muslim kok minder, bangga dong punya Islam

Banyak Muslim tapi sedikit yang ter-install Islam didalamnya, banyak yang ngaku Tuhannya Allah tapi menolak diatur Allah

KTPnya sih Muslim, tapi kata-katanya "semua agama itu sama", bila semua agama itu sama, saya nggak perlu repot memeluk Islam

Katanya sih Muslim tapi giliran dibacain ayat dan hadits, dia protes "nggak usah terlalu fanatik lah! Indonesia bukan cuma Islam!" Muslim itu mesti berani sampaikan apa yang Muhammad saw yakini | bahwa Islam itu tertinggi dan tiada yang lebih tinggi selain Islam "Dia-lah (Allah) yang mengutus Rasul-Nya (Muhammad) dengan membawa petunjuk dan agama (Islam) yang benar" (QS 61:9) "Agar Dia (Allah) memenangkannya (Islam) di atas segala agama-agama meskipun orang musyrik membenci" (QS 61:9)

Jadi Muslim kok minder, bangga dong punya Islam

Selasa, 17 Januari 2017

Abah

BY Unknown IN , , No comments


Abah...
Aku melihatmu sosok yg tegar, aku tak pernah melihatmu menangis dihadapanku, aku belum pernah mendengar keluhanmu

Namun ternyata aku salah, engkau menyembunyikan tangismu dalam kekuatan akalmu, engkau bukan tak pernah menangis didepanku tapi engkau menangis dihadapan Allah karena tanggung jawabmu yg besar

Abah...
Engkau menjadi tonggak peyangga rumah tangga, engkau menjadi pengawal untuk ibu dan anak-anakmu

Tangisan tak pernah nampak dibeningnya matamu, tangismu adalah pada keringat yg bercucuran demi menafkahi keluargamu, tak bisa ku lihat tangisnya pada keluh kesah dilisannya

Abah, engkau menangis dalam letih dan lelahmu, menjaga keluarga agar tak pernah kelaparan, tak pernah ku dengar tangisnya pada omelan dibibirnya

Abah, engkau menangis dalam teguhnya melindungi keluarga, tak nampak tangisnya pada peristiwa kecil dan sepele, engkau menangis dalam kemarahanmu jika kehormatan diri dan keluargamu digugat, engkau menangis dalam menjaga dan melindungi istri dan anakmu

Abah, engkau sungguh-sungguh menangis dengan air mata dalam kesendirianmu menyadari tanggung jawabmu yg besar dihadapan Allah Ta'ala

Dan abah, terima kasih selalu mengajarkan keikhlasan dan kesabaran kepada kami anak-anakmu, terima kasih selalu mengingatkan kami kepada Allah
.
.

اَللَّÙ‡ُÙ…َّ صَÙ„ِّ َعلى سيدنا Ù…ُØ­َÙ…َّدٍ Ùˆَ عَÙ„َÙ‰ Ø¢ِÙ„ سيدنا Ù…ُØ­َÙ…َّد





Silahkan LIKE & SHARE jika dirasa bermanfaat.....

Senin, 16 Januari 2017

Islam Itu Indah

BY Unknown IN , , , No comments

islam itu indah

Ceritakan Pada Allah Meski hanya terucap lewat air mata
Ketika sedang menghadapi masalah, sedih, kecewa atau apapun sebabnya.
tentu tak ingin kamu simpan sendiri.
orang yang paling kamu cari adalah yang paling dekat denganmu.
Kenapa?
Karena yang terdekat adalah yang terfaham terhadap dirimu.
Kamu berharap ia memberimu udzur atas kesedihanmu.
orang asing tak memahami.
tapi apa kamu yakin,
bahwa orang terdekatmu itu selalu faham 100% maksudmu?
ternyata tidak selalu.

begitulah manusia.
Iya,begitulah manusia.
tidak semua hal terfahami oleh manusia.
kadang hal mudah sulit difahami.
kadang hal sulit mudah difahami.
jika kamu tahu bahwa manusia begitu.
maka ke mana baiknya pergi?
Kepada Allah kita kembali.

kembalikan pada-Nya.
ceritakan itu pada Allah.
jika itu karena salahmu,
akuilah itu salahmu.
jikapun kamu tak mau mengaku,
kamu tahu Allah tahu segala detail salahmu.
tiada lagi celah menghindar.

jika itu bukan salahmu,
maka ceritakan pada Allah.
bahkan, ceritakan pada Allah meski tak punya lagi kata yang tersisa.
Mungkin karena terlalu sedih atau memalukan.
Mungkin karena memang tak pandai merangkai kata.
tetapi Allah Ta'ala senang dengan taubat hamba-Nya.
padahal yang dilakukan hamba bukan cerita,
bukan berkisah,
bukan bertutur kata,
melainkan menangis menangis menangis semata.
Melainkan menumpahkan kejujuran kata lewat air mata. tumpah semua.

Di depan Rabbnya bersimpuh.
Mengakui itu semua.
Ceritakan pada Allah meski yang bisa kamu berikan hanyalah air mata.
Kadang,tetesan air mata lebih punya makna dibandingkan sekadar kata.

Dia Maha Tahu bait-bait di qalbumu.
Kamu ingin apa,
Dia Tahu.
Kamu benci apa,
Dia Tahu.
Kamu bersungguh atau berpura-pura,
Dia Tahu.
Tapi Dia ingin agar kamu bersegera mengangkat tangan berhadapan dengan wajah bernodamu itu.
Dia ingin kamu menuturkan semua curahan hatimu pada-Nya lewat do'a, bukan dengan berdo'a curhat di sosmed agar banyak orang tahu masalahmu.

melalui lisan maupun tangisan.
Dia ingin kamu membuktikan cintamu pada-Nya.
setelah Dia selalu membuktikan bahwa Dia selalu peduli padamu.
Dia selalu memperhatikanmu.
Hanya Dia yang mampu memberi apapun yang Dia kehendaki.

Silahkan LIKE & SHARE jika dirasa bermanfaat....

Rabu, 11 Januari 2017

Ketika Rasulullah SAW Hilang Sekejap Diantara Para Sahabat Tercintanya

BY Unknown IN , , No comments

Ketika Rasulullah SAW Hilang Sekejap Diantara Para Sahabat Tercintanya


 Abu Hurairah berkata, “Suatu ketika kami duduk-duduk dalam sebuah majelis, kemudian kami mencari-cari Rasulullah saw., namun kami tidak menemukannya.”

Abu Hurairah dan para shahabat biasanya selalu bersama Rasulullah setiap sore. Namun, sore itu beliau tidak ada bersama mereka sehingga mereka mencari beliau, namun tidak menemukan beliau. Lantas, mereka berpencar mencari beliau.

Mereka berkata, “Wahai Abu Hurairah, engkau mencari di kebun si fulan, Abu Bakar mencari di daerah sini, dan Umar mencari di daerah sana. Setiap orang mencari di tempat yang berbeda.”

Namun, Abu Hurairah-lah yang beruntung dalam pencarian. Dialah yang menemukan Rasulullah saw. di dalam sebuah kebun milik seorang Anshar. Dia mendatangi kebun tersebut, lalu bertanya akan keberadaan Rasululullah. Orang Anshar itu pun memberitahukan kepadanya bahwa Rasulullah saw. berada di tengah kebun.

Bisa dibayangkan bagaimana rasanya jika engkau dikejutkan dengan keberadaan Rasulullah saw. di sebuah tempat. Ini adalah peristiwa istimewa karena beliau bukanlah sekadar seorang pemimpin, melainkan penghulu para pemimpin; bukan pula seorang ulama, melainkan penghulu para ulama.

Kemudian Abu Hurairah masuk ke dalam kebun.

Abu Hurairah ialah seorang yang humoris, ramah, berasal dari Bani Zuhrah, yang tinggal di daerah pegunungan.

Abu Hurairah berkata, “Maka, aku pun bersiap-siap. Aku rapikan pakaianku, lalu aku masuk ke dalam kebun.”

Dalam riwayat lain dikatakan, “Aku berdandan bagaikan seekor serigala yang sedang bersiap-siap.”

Ketika Abu Hurairah memasuki kebun, tiba-tiba Rasulullah saw. melihatnya, lantas bertanya, “Dari mana sajakah engkau, wahai Abu Hirr (kucing)?”

Abu Hurairah mendapat gelar demikian karena dahulu dia senang bermain-main dengan kucing miliknya. Karena itulah, keluarganya memanggil dengan sebutan Abu Hurairah.

“Wahai, Rasulullah. Kami kehilangan engkau, lalu kami datang mencarimu,” jawab Abu Hurairah.

Rasulullah saw. bersabda, “Wahai, Abu Hurairah. Kembalilah kepada manusia dan kabarkanlah bahwa barang siapa yang mengucapkan Lâ Ilâha Illallâh dan aku adalah Rasulullah dengan jujur dari dalam hatinya, niscaya dia akan masuk surga, dan bawalah sepatuku ini sebagai saksi akan kebenaran yang engkau ucapkan.” Lalu Rasulullah saw. mengambil sepatunya dan memberikannya kepada Abu Hurairah.[1]

Keluarlah Abu Hurairah dengan kegembiraan yang meluap-luap dan membawa kabar gembira, karena pasti dialah yang akan menyampaikannya kepada seluruh manusia. Dia pun bersiap-siap, kemudian keluar dari kebun tersebut. Tiba-tiba di jalan dia bertemu dengan Umar.

“Allâhu Akbar,” Umar berdiri di hadapannya.

Umar bertanya, “Dari manakah engkau, wahai Abu Hurairah?”

Abu Hurairah menjawab, “Aku telah menemukan Rasulullah saw. di kebun ini. Beliau berkata kepadaku, ‘Kabarkanlah kepada orang yang engkau temui bahwa barang siapa yang bersaksi tiada tuhan (yang hak untuk disembah) selain Allah dan sesungguhnya Muhammad adalah Rasulullah dengan ikhlas dari dalam hatinya, niscaya dia akan masuk surga,’ dan ini adalah sepatu beliau sebagai bukti akan kebenaran ucapanku.”

Lantas Umar mengambil sepatu tersebut dan memukulkannya ke dada Abu Hurairah.

Abu Hurairah berkata, “Karena pukulannya, sampai-sampai aku tersungkur ke belakang.”

Lalu Umar berkata, “Kembalilah kepada Rasulullah, karena aku takut dengan mendengar ucapan beliau, manusia akan ber-ittikâl (hanya bergantung pada kabar gembira tanpa mau beramal).”

Abu Hurairah pun masuk kembali ke dalam kebun dengan membawa sepatu dan langsung menemui Rasulullah, sementara Umar mengikutinya di belakang.

Seandainya bukan karena Umar, maka Abu Hurairah tidak akan kembali kepada Rasulullah. Akan tetapi, Umarlah yang telah mengeluarkan jin-jin ‘ifrit dan setan-setan dari dalam kepala sebagian manusia.

Aku tidak suka berjalan kecuali di atas jalan yang mendaki

Tidak juga kilat kecuali berasal dari arah Yaman

Abu Hurairah pun kembali sambil menangis di hadapan Rasulullah saw. Lalu beliau bertanya, “Mengapa engkau menangis?”

Abu Hurairah menjawab, “Umar telah memukulku, wahai Rasulullah.”

“Mengapakah demikian?” tanya beliau lagi.

“Dia melarangku menyampaikan sabda engkau kepada orang-orang,” jawabnya.

Tidak berapa lama, Umar pun datang dan berdiri di hadapan Rasulullah saw., lantas beliau bertanya kepadanya, “Mengapa engkau memukulnya?”

Dengan lantang Umar menjawab, “Wahai, Rasulullah. Aku takut jika dia mengabarkannya kepada manusia, mereka akan ber-ittikâl. Biarkanlah mereka beramal, wahai Rasulullah.”

Mendengar jawaban Umar, Rasulullah pun tersenyum, lalu berkata, “Biarkanlah mereka beramal.”

Rasulullah saw. menetapkan sikap Umar, karena dia seorang yang cerdas. Jika hal ini bukan termasuk dari kegeniusan, maka hal ini tidak akan terjadi.

Ada pelajaran berharga dari peristiwa tersebut. Pertama, kedudukan Rasulullah saw. di dalam hati para shahabat. Kedua, kesungguhan Abu Hurairah dalam menyampaikan hadits nabi. Ketiga, sikap Umar yang keras sehingga mendorongnya untuk mengonsultasikan masalah secara langsung kepada Rasulullah saw.

[1]. Hadits ini ditakhrij oleh Muslim dalam Kitâbul Imân, Bab Man Laqiyallâha wa Huwa Ghairu Syâkkin Fîhi, Dakhalal Jannah wa Hurima ‘Alan Nâr, No. 31, 52.

Penulis : Dhani El_Ashim

Diambil dari  Mashâri’ul ‘Usysyâq  karya  Dr. A’idh bin Abdullah Al-Qarni

Share jika dirasa bermanfaat

KETIKA HIDAYAH JADI KAMBING HITAM

BY Unknown IN , , No comments

KETIKA HIDAYAH JADI KAMBING HITAM


Pernahkah Anda mendengar ungkapan seperti ini..

"Kepengen sih berhijab tapi gimana ya.. Saya belum dapat hidayah"

"Saya pengen sih jadi orang yang baik ibadahnya, tapi mungkin saya belum dapat hidayah"

Apakah Anda pernah mendengar ungkapan seperti itu?

Saya yakin Anda pernah mendengarnya.. iya kaan..

Apakah mungkin dari keluarga, teman, sahabat, atau bahkan Anda sendiri pernah mengatakan hal itu? ^_^

Tidak penting apakah Anda pernah mengatakan hal itu atau tidak, yang paling penting adalah apakah Anda mengerti bagaimana konsep hidayah yang benar di dalam Islam.

Pada tulisan kali ini Anda akan saya ajak mengenal konsep hidayah di dalam Islam.

*****

Kalau kita perhatikan dari ungkapan di atas seakan-akan hidayah itu menjadi penghalang seseorang berbuat baik.

Seolah-olah gara-gara hidayah belum sampai pada dirinya, sehingga dia engga bisa menjadi orang yang lebih baik.

Benarkah demikian?

Tahukah Anda bahwa sesungguhnya kita semua sudah menerima hidayah sejak lahir.

Benarkah?

Iya bener banget..

Anda boleh baca tulisan ini sampai selesai, untuk memahami konsep hidayah yang sesungguhnya.

Di dalam Islam ada tiga jenis hidayah, apa saja itu?

Yuk kita bahas satu-satu ^_^

#1 HIDAYAH AKAL

Setiap manusia memiliki akal yang tujuannya agar bisa membedakan mana hal yang baik dan mana hal yang buruk.

Sebagaimana Allah berfirman di dalam surat As-Syams ayat 8, "Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) fujur (buruk) dan jalan ketaqwaan."

Kemudian dalam Surat Al-Balad ayat 10, "Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan."

Sebetulnya manusia itu diberikan kecenderungan apakah akan berbuat baik (sesuai ridha Allah) atau berbuat buruk (dosa).

Ketika manusia itu berbuat baik, hatinya akan merasa tentram. Dan sebaliknya, ketika berbuat dosa, hatinya akan gelisah.

Anehnya hati kita itu koq tiba-tiba merasa tentram dan gelisah tanpa kita perintahkan.

Nah itulah dia hidayah akal, Allah menjadikan akal untuk menuntun manusia agar cenderung berbuat baik.

#2 HIDAYAH AL-QURAN & SUNNAH

Hidayah selanjutnya adalah hidayah Al-Quran dan as-Sunnah.

Secara terminologi bahasa, hidayah artinya adalah petunjuk. Dan Al-Quran adalah petunjuk bagi orang-orang yang beriman, tidak ada keraguan di dalamnya.

Jadinya lucu sekali kalau alasan seseorang menunda berubah menjadi orang baik karena alasan belum dapat hidayah.

Yang ada adalah mungkin dia belum siap melaksanakan hidayah (petunjuk) dari Al-Quran.

Atau jangan-jangan lebih parahnya lagi orang tersebut memang belum mau mengikuti tuntunan Al-Quran dan as-Sunnah.

Sebagaimana Allah berfirman, "Dan demikianlah Kami terangkan ayat-ayat Al-Quran (supaya jelas jalan orang-orang yang shaleh, dan supaya jelas pula jalan orang-orang yang berdosa).

#3 HIDAYAH TAUFIQ

Lalu hidayah yang terakhir adalah hidayah taufiq. Hidayah taufiq sepenuhnya hak Allah. Mungkin hidayah ini yang sering dijadikan kambing hitam.

Perlu difahami bahwa hidayah taufiq berbeda dengan dua hidayah sebelumnya. Kalau hidayah akal dan Al-Quran serta as-Sunnah sepenuhnya sudah hadir di hadapan kita.

Sementara hidayah taufiq ini tidak gratis, hidayah taufiq tidak turun kepada setiap orang. Hidayah taufiq harus diperjuangkan.

Taufiq asal katanya dari "muwafiq" artinya setuju. Inilah hidayah yang memerlukan persetujuan Allah sehingga Allah berkenan memberikan kepada hamba pilihan-Nya.

Tapi jangan salah hidayah taufiq ini baru turun kalau kita sudah menggunakan dua hidayah yang pertama. Itu syaratnya, kita harus menggunaakn akal dan melaksanakan Al-Quran serta as-Sunnah dengan sungguh-sungguh.

Ciri-ciri orang yang mendapatkan hidayah taufiq adalah dia akan merasa mudah berbuat baik. Dia merasa cenderung dalam kebaikan.

Hati mudah tentram, engga gampang marah, mudah memaafkan, senantiasa menjaga hati dari sifat dengki dan hasad.

Beruntunglah orang yang mendapatkan taufiq dari Allah, karena dengannya ia akan mudah beramal shaleh.

Jadi kesimpulannya kalau kita ingin menjadi orang yang baik kita harus menggunakan AKAL kita, lalu kemudian mengikuti petunjuk Al-Quran dan Sunnah-sunnah Rasulullah.

Kalau kita sudah bersungguh-sungguh menggunakan kedua hidayah tersebut maka Allah akan menghadiahkan TAUFIQ baginya.

Jadi sekarang faham kan kenapa ada orang yang sulit berubah jadi orang baik..

Wajar aja mungkin memang dia tidak pernah sungguh-sungguh menggunakan akal untuk mengikuti tuntunan AL-Quran serta jsunnah Rasul-Nya.

Share yaa

Semoga tulisan sederhana ini bisa mencerahkan dan bermanfaat..

*****

7 ORANG YANG TIDAK BISA MENCIUM BAU SURGA

BY Unknown IN , , No comments

7 ORANG YANG TIDAK BISA MENCIUM BAU SURGA


Bismillah ... Surga adalah kenikmatan yang luar biasa. Baunya saja bisa tercium dari jarak 70 tahun perjalanan. Namun, ada orang-orang yang jangankan masuk surga, mencium bau surga saja tidak bisa. Siapakah mereka? Inilah hadits-hadits yang menerangkannya:

1⃣ ORANG YANG SOMBONG

Orang yang sombong, ia tidak bisa masuk surga. Juga tidak bisa mencium bau surga. Bahkan, sekalipun kesombongannya sangat kecil, sebesar biji dzarrah.

Dari Uqbah bin Amir, bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Tidaklah seorang laki-laki meninggal dunia, dan ketika ia meninggal di dalam hatinya terdapat sebiji sawi dari sifat sombong, akan halal baginya mencium bau surga atau melihatnya.” Lalu seorang laki-laki dari suku Quraisy yang bernama Abu Raihanah berkata, “Demi Allah wahai Rasulullah, saya benar-benar menyukai keelokan dan menggemarinya hingga pada gantungan cemetiku dan juga pada tali sandalku!” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Itu tidaklah termasuk Al Kibr (sombong), sesungguhnya Allah ‘azza wajalla itu Indah dan menyukai keindahan. Akan tetapi Al Kibr itu adalah siapa yang bodoh terhadap kebenaran kemudian meremehkan manusia dengan kedua matanya.” (HR. Ahmad)

2⃣ ORANG YANG MENCARI ILMU AKHIRAT UNTUK TUJUAN DUNIAWI

Islam memerintahkan umatnya untuk menuntut ilmu, terutama ilmu akhirat. Menuntut ilmu akhirat ini dalam salah satu hadits juga disebut fi sabilillah. Namun, jika ilmu akhirat dicari dengan tujuan duniawi, maka orang tersebut terancam tidak bisa mencium bau surge.
“Barangsiapa menuntut ilmu yang seharusnya untuk Allah, namun ia tidak menuntutnya kecuali untuk mencari dunia, maka pada hari kiamat ia tidak akan mendapatkan bau surga.”
(HR. Ibnu Majah, Abu Daud dan Ahmad; shahih)

3⃣ MENISBATKAN NASAB BUKAN KEPADA AYAHNYA

Nasab merupakan salah satu hal yang dijaga oleh agama. Orang yang mengaku sebagai anak orang lain yang bukan ayahnya, ia juga mendapat ancaman tidak bisa mencium bau surga. Karenanya Islam melarang umatnya menisbatkan nama kepada nama orang tua angkat.

“Barangsiapa mengaku keturunan dari orang lain yang bukan ayahnya sendiri tidak akan mendapatkan bau surga. Padahal bau surga telah tercium pada jarak tujuh puluh tahun, atau tujuh puluh tahun perjalanan.”
(HR. Ahmad; shahih)

4⃣ WANITA YANG BERPAKAIAN TAPI TELANJANG

Jika orang yang sombong dan orang yang menisbatkan nasabnya kepada selain ayah pernah dijumpai di zaman Rasulullah, kelompok wanita yang berpakaian tapi telanjang ini tidak pernah dijumpai beliau. Namun, mereka pasti akan ada sebagai kelompok yang tidak bisa mencium bau surga. Dan kini, sabda beliau terbukti. Banyak wanita yang model demikian di zaman sekarang.

“Dua golongan penghuni neraka yang belum pernah aku lihat; kaum membawa cambuk seperti ekor sapi, dengannya ia memukuli orang dan wanita-wanita yang berpakaian (tapi) telanjang, mereka berlenggak-lenggok dan condong (dari ketaatan), rambut mereka seperti punuk unta yang miring, mereka tidak masuk surga dan tidak akan mencium baunya, padahal sesungguhnya bau surga itu tercium dari perjalanan sejauh ini dan ini.”
(HR. Muslim)

5⃣ ORANG YANG MENYEMIR RAMBUTNYA, KHUSUSNYA DENGAN WARNA HITAM

Kelompok orang yang tidak bisa mencium bau surga ini juga akan ada di masa-masa setelah Rasulullah. Dan ternyata kini benar-benar ada. Menyemir rambut dengan warna hitam dianggap sebagai hal biasa, padahal itu membuat pelakunya tidak bisa mencium bau surga.
“Pada akhir zaman nanti akan ada orang-orang yang mengecat rambutnya dengan warna hitam seperti warna mayoritas dada merpati, mereka tidak akan mendapat bau surga.”
(HR. Abu Daud; shahih)

6⃣ WANITA YANG MINTA CERAI TANPA ALASAN

Dalam Islam, perceraian adalah perkara halal yang paling dibenci Allah. Boleh terjadi untuk menyelamatkan keluarga -baik suami, istri maupun anak- dari kemudharatan yang lebih besar. Namun jika ada wanita yang minta cerai tanpa suatu alasan, maka ancamannya adalah tidak bisa mencium bau surga.
“Siapa pun wanita yang meminta talak pada suaminya tanpa alasan maka bau surgaharam baginya.”
(HR. Tirmidzi, Abu Daud, Ibnu Majah, dan Ahmad; shahih)

7⃣ ORANG YANG MEMBUNUH KAFIR MU’AHAD

Islam sangat menjunjung kesetiaan dan perdamaian. Islam melindungi hak-hak manusia sebagaimana diatur dalam syariat. Maka seorang muslim tidak boleh membunuh orang kafir yang terikat perjanjian dengan pemerintah Islam (kafir mu’ahad). Jika seorang muslim membunuh kafir mu’ahad, ia terancam tidak bisa mencium bau surga.

“Barangsiapa membunuh orang kafir mu’ahad, maka dia tidak akan mencium bau wangi surga” (HR. Bukhari)

Demikian 7 orang yang tidak bisa mencium bau surga, semoga kita dan istri kita dijauhkan dari golongan yang demikian.

Silhakan dishare dan SEMOGA BERMANFAAT

Selasa, 10 Januari 2017

Kisah Ikan Kecil Mencari Air

BY Unknown IN , , No comments

Kisah Ikan Kecil Mencari Air

SUATU hari seorang ayah dan anaknya sedang duduk berbincang-bincang di tepi sungai. Sang Ayah berkata kepada anaknya, “Lihatlah anakku, air begitu penting dalam kehidupan ini, tanpa air kita semua akan mati.”

Pada saat yang bersamaan, seekor ikan kecil mendengar percakapan itu dari bawah permukaan air, ikan kecil itu mendadak gelisah dan ingin tahu apakah air itu, yang katanya begitu penting dalam kehidupan ini. Ikan kecil itu berenang dari hulu sampai ke hilir sungai sambil bertanya kepada setiap ikan yang ditemuinya, “Hai tahukah kamu dimana tempat air berada? Aku telah mendengar percakapan manusia bahwa tanpa air kehidupan akan mati.”

Ternyata semua ikan yang telah ditanya tidak mengetahui dimana air itu, si ikan kecil itu semakin kebingungan, lalu ia berenang menuju mata air untuk bertemu dengan ikan sepuh yang sudah berpengalaman, kepada ikan sepuh itu ikan kecil ini menanyakan hal yang sama, “Dimanakah air?”

Ikan sepuh itu menjawab dengan bijak, “Tak usah gelisah anakku, air itu telah mengelilingimu, sehingga kamu bahkan tidak menyadari kehadirannya. Memang benar, tanpa air kita semua akan mati.”

Apa makna cerita tersebut bagi kita selaku manusia? Manusia kadang-kadang mengalami situasi yang sama seperti ikan kecil, mencari kesana kemari tentang kehidupan dan kebahagiaan, padahal ia sedang menjalaninya, bahkan kebahagiaan sedang melingkupinya sampai-sampai ia sendiri tidak menyadarinya.

Senin, 09 Januari 2017

Surat Umar R.A Untuk Sungai Nil

BY Unknown IN , , No comments

Surat Umar R.A Untuk Sungai Nil


Tahukah Anda sungai nil yang terkenal sebagai sumber kehidupan masyarakat Mesir ternyata dahulu pernah berhenti mengalir dan bahkan kering airnya. Tidak hanya itu kejadian tersebut rutin terjadi setiap tahun di masa-masa sebelum datang Islam ke negeri Mesir. Diawali kepercayaan masyarakat Mesir yang meyakini sungai nil ada “jin penunggunya”, sehingga mereka selalu memberikan semacam tumbal berupa anak gadis yang cantik dan masih perawan untuk kemudian diserahkan dengan cara dilemparkan ke dalam sungai nil. Tujuannya tiada lain supaya sungai nil terus mengalir dan memberikan kesuburan untuk tanah dan kehidupan mereka.

Awal mula kisah ini di mulai pada zaman pemerintahan Amr Bin ‘Ash di Mesir sekitar tahun 20 Hijriyah. Pada saat itu, kekhalifahan dipegang oleh Umar bin Khattab r.a dan beliau memilih Amr Bin ‘Ash r.a sebagai wakilnya atau sebagai gubernur di Mesir.

Sejak zaman dahulu dan sudah menjadi kebiasaan turun temurun apabila setiap tahun Sungai Nil akan diberikan tumbal berupa korban agar sungai tersebut terus mengalirkan airnya. Karena ini merupakan salah satu yang paling dibutuhkan oleh rakyat Mesir untuk mengairi sawah dan ladang dan untuk keperluan berbagai hal.

Dikisahkan, suatu hari, rakyat Mesir mendatangi Gubernur Amr Bin ‘Ash. Mereka berkata, “Wahai Amr, kami memiliki tradisi untuk Sungai Nil, yang dengan tradisi tersebut sungai ini bisa terus mengalir.”

Amar bin ‘Ash kemudian bertanya, “Tradisi apakah itu?”

Lalu penduduk Mesir tersebut menjawab, di bulan tertentu dan di malam tertentu kami akan mengambil seorang perawan yang paling cantik dan paling sempurna, kemudian kami hiasi dia dengan berbagai perhiasan yang akan membuatnya tampil lebih cantik dan sempurna. Selain perhiasan kami juga memberikannya pakaian yang indah dan kemudian akan dibuang ke Sungai Nil sebagai korban.”

Dari keterangan penduduk atau rakyat Mesir tersebut, Amr Bin ‘Ash langsung secara tegas menolak perbuatan sadis tersebut. Tidak hanya sadis, namun tradisi tersebut adalah tradisi yang di dalam Islam sangat dilarang, karena sama saja dengan berbuat syirik atau menyekutukan Allah.

Jawaban sang Gubernur membuat rakyat Mesir terdiam dan menerima apa yang diperintahkan oleh Gubernur.

Namun tidak disangka-sangka, karena tidak menjalani ritual tersebut, Sungai Nil pun menjadi benar-benar kering. Setelah sekian waktu berlalu hingga beberapa bulan, air Sungai Nil benar-benar berhenti mengalir. sehingga rakyat Mesir pun mulai kesulitan untuk bisa hidup. Sawah mereka tidak bisa diairi, mereka kesulitan untuk mendapatkan air bersih. Sehingga mereka secara perlahan mulai menyangsikan keputusan dari gubernur tersebut. Tidak hanya itu, penduduk Mesir pun mulai bersiap-siap untuk mengungsi.

Mendapati kenyataan yang demikian, Amr Bin ‘Ash merasa bertanggung jawab dan tidak menemukan solusi untuk masalah ini. Sehingga beliau pun berkirim surat kepada Umar bin Khattab yang menjadi khalifah untuk memberikan solusi secepatnya.

Setelah berkirim surat kepada Khalifah Umar, beberapa waktu kemudian Amr Bin ‘Ash pun mendapatkan surat balasan. Surat balasan yang pertama yang diperuntukkan untuk gubernur mengingatkan bahwa, kebijakan yang beliau ambil sudah tepat. Namun tidak hanya satu surat yang datang, melainkan dua buah surat. Surat yang kedua adalah surat dari Amirul Mukminin Umar bin Khattab r.a kepada Sungai Nil.

Untuk surat kedua, Umar bin Khattab r.a memerintahkan sang gubernur agar melemparkannya ke dasar Sungai Nil.

Dan Amr Bin ‘Ash pun segera pergi ke tepi sungai Nil untuk melakukan perintah tersebut. Beliau melemparkan surat Umar ke dasar sungai tersebut.

Dan sungguh ajaib, atas izin Allah, di keesokan harinya, Sungai Nil kembali mengalir. Bahkan mengalir dengan air yang lebih banyak dibandingkan sebelumnya. Apa sebenarnya isi surat Umar r.a kepada Sungai Nil tersebut?

Menurut Amr Bin ‘Ash, isi surat tersebut kurang lebih:

“Dari hamba Allah Umar bin Khattab kepada Sungai Nil milik penduduk Mesir, Amma ba’du : “jika engkau mengalir karena dirimu dan atas keinginanmu sendiri, maka tidak usah kau mengalir dan sungguh kami tidak membutuhkanmu karena hal itu. Tetapi jika engkau mengalir karena perintah Allah Yang Maha Satu dan Perkasa, sebab Dia-lah yang membuatmu mengalir, maka kami memohon kepada Allah agar membuatmu mengalir.”

Begitulah isi surat Amirul Mukminin kepada sungai nil yang kemudian membuatnya kembali mengalir. Ini merupakan pelajaran berharga bagi kita yang seharusnya lebih percaya kepada Allah dibandingkan dengan hal-hal lain yang kita anggap bisa memberikan mudharat maupun manfaat.

Like Dan share jika bermanfaat

KISAH ISTIGHFAR PENJUAL ROTI

BY Unknown IN , , No comments

KISAH ISTIGHFAR PENJUAL ROTI


Kalimat istighfar punya banyak keutamaan, salah satunya membuat doa yang kita panjatkan kepada Allah dikabul. Seperti kisah penjual roti berikut ini..

Sebelum masuk ke kisahnya, mari kita berkenalan terlebih dahulu dengan Imam Ahmad.

Zaman dulu ada seorang ulama tersohor yang namanya dikenal oleh banyak orang. Ulama itu bernama Ahmad bin Hambal

Beliau ulama yang banyak menelurkan karya-karyanya yang fenomenal seperti riwayat hadits dan kitab-kitab fiqih..

Melalui karya riwayat hadits, orang-orang mengenalnya sebagai imam Ahmad (Hadits Riwayat Ahmad)

Melalui karya kitab-kitab fiqihnya orang-orang mengenal dengan nama Imam Hambali (diambil dari nama Ayahnya)

Begini kisahnya..

Pada suatu hari, ketika Imam Ahmad sedang bepergian, lalu di perjalanan Imam Ahmad ingin menginap di sebuah masjid, berniat untuk bermalam di sana.

Namun tampaknya penjaga masjid tidak mengenali siapa beliau ini sehingga ketika beliau meminta izin untuk berada di dalam masjid hingga datangnya waktu shubuh, sang penjaga masjid menolaknya.

Meskipun Imam Ahmad sudah berulang kali membujuk sang penjaga masjid untuk diizinkan bermalam disana, namun tetap saja beliau tidak diizinkan.

Akhirnya Imam Ahmad keluar dari area masjid dan beliau terpaksa mencari tempat bermalam di lain tempat.

Ketika beliau keluar area masjid, lewatlah seorang tukang penjual roti keliling yang melihat kejadian itu.

Tukang roti itu tertarik ingin mengetahui apa yang sedang terjadi kepada Imam Ahmad sampai diusir oleh penjaga masjid.

Ketika Imam Ahmad menceritakan yang dialaminya, penjual roti itu akhirnya iba dan dengan kebaikan hatinya ia menawarkan beliau untuk menginap di rumahnya.

Di rumah pembuat roti, Imam Ahmad dijamu dengan baik layaknya seorang tamu.

Entah karena ingin menyembunyikan identitas atau karena tidak ditanya oleh tuan rumah, Imam Ahmad tidak mengenalkan dirinya bahwa dirinya adalah ulama besar yang tersohor.

Lalu setelah beberapa saat bercengkrama si pembuat roti mempersilahkan Imam Ahmad untuk beristirahat.

Sementara ia sendiri menyiapkan adonan roti untuk dijual esok hari.

Lalu ada yang menarik perhatian Imam Ahmad dari si pembuat roti ini.

Si pembuat roti bekerja sambil melantunkan istighfar.

Ia terus beristighfar sampai pekerjaannya selesai.

Hal ini didengar oleh Imam Ahmad sehingga membuat beliau terkesan.

Keesokan harinya Imam Ahmad yang penasaran kemudian bertanya kepada si pembuat roti,

"Semalam terdengar olehku lantunan istighfar yang terus menerus engkau baca ketika sedang membuat roti. Katakanlah kepadaku wahai tuan, apakah engkau mendapatkan sesuatu dari istighfar yang engkau baca?"

Si pembuat roti lalu menjawab, "ya begitulah adanya..sungguh saya benar-benar telah mendapatkan faidah dari keutamaan melazimkan istighfar.

Demi Allah, sejak saya melazimkan istighfar, saya tidak memohon sesuatu kepada Allah kecuali pasti dikabulkan. Doa saya selalu diijabah oleh allah. Hanya ada satu doa yang belum dikabulkan sampai saat ini."

Imam Ahmad bertanya, "Apakah itu?"

Si pembuat roti berkata, "Aku ingin bertemu dengan ulama paling tersohor saat ini yaitu Imam Ahmad bin Hambal!"

Mendengar hal tersebut, Imam Ahmad tersenyum.

Tampaknya beliau sudah mengerti hikmah diusirnya beliau dari masjid kemarin malam.

Allah mengabulkan doa si pembuat roti dengan perantara peristiwa semalam sampai pada akhirnya beliau bertemu dengan si penjual roti.

Kemudian Imam Ahmad berkata, "Wahai tuan, saya lah Imam Ahmad bin Hambal. Demi Allah, Allah-lah yang mengaturku sehingga bisa bertemu denganmu."

Subhanallah.. Begitu istimewanya istighfar ini sehingga Allah berkenan untuk mengabulkan setiap permohonan dari hambanya.

Share jika dirasa bermanfaat

INILAH 3 CIRI DITERIMANYA TAUBAT

BY Unknown IN , , No comments

INILAH 3 CIRI DITERIMANYA TAUBAT


Ada pertanyaan, Ustadz apakah ada tanda-tanda khusus seseorang itu diterima taubatnya?

Kalau tanda khusus tidak ada, tapi tentu saja taubat itu ada syarat-syaratnya. Syarat pertama yaitu meninggalkan dosa seketika. Syarat kedua menyesalinya. Syarat ketiga berjanji sama Allah tidak akan mengulanginya. Berarti kalau Anda mau lihat orang ini taubat atau tidak, dia penuhi tiga syarat ini.

Jadi kalau memang dia tidak mau lagi mengulangi zinanya, dia tidak ulangi lagi ribanya, dia tidak ulangi lagi menipu orang, mencuri, minum khamr, durhaka sama orang tua, lalu dia ikuti dengan penyesalan dan dia berjanji sama Allah tidak akan mengulanginya, dan kesehariannya memang dia tidak ulangi lagi perbuatan itu, artinya ini Insya Allah taubatnya diterima.

Sebagian ulama melengkapkan dengan poin keempat, cuma bukan bagian dari syarat taubat itu, yaitu dengan mengisi hari-hari setelah taubat dengan ibadah. Karena kebanyakan Allah mengatakan dalam Al-Quran, orang yang beriman, orang yang bertaubat dan beramal shaleh. Karena kalau taubat tidak diikuti dengan amal shaleh dia akan teringat dengan dosa-dosanya.

Mungkin dia akan terjerumus lagi. Kenapa ada orang buat dosa, taubat, kemudian dia ulangi lagi? Dia tidak ganti waktu-waktu yang biasa dia bermaksiat dulu dengan ibadah. Habis Isya, biasa ke karaoke. Dia ga ganti dengan majelis taklim.

Jadi kalau ciri khusus orang diterima taubat itu tidak keliatan, apakah tanda kah, ada cahaya, itu gak ada. Tapi yang ada adalah kita bisa lihat perilakunya dari orang tersebut. Insya Allah kalau dia jalankan itu udah memenuhi syaratnya. Dia tinggalkan dosa, sesali dan janji tidak akan ulangi akan diterima oleh Allah S.W.T.

Dalam kaidah agama kita saudaraku, kita tidak boleh ragu dengan janji Allah. Allah tidak akan pungkiri janji-Nya. Siapapun yang beriman kepada Allah, pada hari kiamat, maka pasti Kami akan hidupkan dia dengan kehidupan yang nyaman. Janji dari Allah S.W.T.

Siapa yang berbuat amal shaleh, dari laki-laki dan perempuan, maka pasti dia akan balasannya. Wudhu dapat pahala, gugur dosanya, janji Allah, gak boleh ragu. Kita harus yakin dengan beribadah kita akan masuk Surga, sebagaimana kita yakin kalau orang kafir masuk neraka.

Orang yang berbuat maksiat akan dihukum oleh Allah, orang yang beribadah akan diberikan ketentraman. Itu janji Allah. Ga bisa kita ragu masalah ini.

Silakan likes share jika dirasa bermanfaat...



Sumber : Lampu Islam Youtube Channel

*****

INILAH HAL YANG DISUKAI IBLIS

BY Unknown IN , , No comments

INILAH HAL YANG DISUKAI IBLIS


Hati-hatilah pada musuh yang selalu mengintaimu, Syaiton..

Jangan mudah minta cerai bagi perempuan, dan jangan mudah menceraikan bagi laki-laki..

Apa sebabnya?

Dalam hadits bukhari Nabi S.A.W bersabda, iblis memiliki singgasana di lautan. Setiap hari anak cucunya melapor : “Saya baru buat orang mabuk” “Saya baru buat orang dusta” “Saya baru buat orang zina”, sama iblis dianggap biasa semua. “Ya sudah” “Ya sudah” “Ya sudah”. Pas ada anak cucu iblis melapor, “Saya baru menceraikan suami istri” sama iblis langsung diangkat, lalu didudukan dia di singgasananya.

Berhenti tugas, yang penting sudah rusak satu rumah tangga cerai, itu sudah satu prestasi paling tinggi yang dikejar oleh iblis. Rusaknya rumah tangga, ributnya suami istri akan mengacaukan seluruh masyarakat. Karena kalau ribut saja suami istri, sudah cukup bikin satu keluarga ikut ribut. Lingkungan teman-temannya ikut ribut, pro-kontra. Kalaupun terjadi cerai anak-anaknya akan kacau kejiwaannya, semua akan merasa terpukul secara kejiwaan.

Mau ketemu ayahnya, ibunya ga kasih, mau ketemu ibunya, ayahnya ga kasih, dan seterusnya. Jadi memang cerai itu target utama iblis. Makanya hati-hati.

Kata para ulama, kalau di luar rumah ada lima syaiton atau sepuluh syaiton mendampingi seorang beriman, mencarai untuk menggodanya. Maka dalam rumah tangga ada seribu syaiton. Kadang-kadang masalah kecil, mungkin si suami bisa tersinggung hanya karena lupa dibuatin teh atau kopi. Atau mungkin ada yang si suami minta istrinya kerjakan, lalu istrinya lupa. Sudah cukup bikin marah suami ke istri.

Seorang istri sudah cukup untuk marah ke suami, hanya karena minta diantar ke suatu tempat, suaminya belum sempat karena ada kesibukan. Akhirnya tersinggung, “Kalau ibumu kau dahulukan, kalau aku tidak?” Panjang deh ceritanya. Bisa muncul kalimat minta diceraikan. Hati-hati.

Kata Nabi S.A.W, pernikahan, perceraian dan rujuk (kembali setelah cerai). Ini ga boleh main-main. Makanya mengapa kata-kata cerai itu adanya di laki-laki bukan di perempuan, hikmahnya kata para ulama kalau mau menceraikan masih mau berpikir, “Ini ke depannya bagaimana, ini nanti bagaimana, anak bagaimana.” Panjang mikirnya.

Kalau perempuan tidak, “Pokoknya ceraikan saja, saya tidak mau tahu!” Besok apa yang terjadi urusan nanti. Padahal kalau udah diceraikan pergi ke rumah orang tua nyesel juga nanti. Jadi masalah juga, nah banyak orang begitu. Hukum Syar’i, baik suami maupun istri gak boleh main-main mengeluarkan kata-kata cerai.

Kecuali darurat sekali baru diucapin kalimat itu. Betul-betul patokannya adalah pelanggaran agama, kalau pasangan kita berbuat maksiat kepada Allah, dan kita ajak taubat ga mau, nah ini. Di sini kita boleh gunakan kalimat mulia itu.

Kalau hanya urusan dunia, kurang pendapatan, masih butuh pengaturan waktu, adaptasi keluarga, tradisi keluarga. Mudahkanlah! Urusan dunia! Memaafkan itu jauh lebih baik..

Selama urusan dunia, makanan, baju, warna seprai, gorden, rumah tinggal, dunia! Ga ada yang dibawa ke kuburan. Misal kita bangga perkara rumah, “Ini rumah yang di menteng hebat, megah..” Saudaraku sehebat apapun rumah kita, kalau dilihat dari atas pesawat, keliatan kecil itu.. Apa yang mau diperebutkan gitu? Kadang-kadang ini adalah hal mendasar yang harus kita fahami. Hati-hati syaiton selalu mengintai.

Maka syaiton kata para ulama lebih senang, suami istri bercerai daripada terjadi pembunuhan di luar rumah. Daripada orang zina.. Padahal ini dosa-dosa berat semua ini. Tapi kalau cerai ini luar biasa, si suami dan istri akan sakit kepalanya, hidup tidak tenang, anak jadi korban. Gak ada orang cerai bahagia. Omong kosong itu. Allah sudah satuin dalam kalimat akad, kalau ada masalah-masalah dihadapin.. Selama bukan pelanggaran agama, toleransi maafin.

Silakan share jika dirasa bermanfaat..

Sumber : Lampu Islam Youtube Channel
*****

KISAH PEMUDA DAN BATU ZAMRUD

BY Unknown IN , , No comments

KISAH PEMUDA DAN BATU ZAMRUD


Ini adalah kisah di zaman tabi'in, seorang pemuda yang tinggal di Mekah. Anak muda ini dikenal rajin ibadah masya Allah, ahli ibadah.

Begini kisahnya...

Sehabis sholat dzhuhur di masjidil haram, lalu waktu keluar dari masjid dia temukan di halaman masjid tergeletak suatu kantong kain berwarna biru. Dia lihat, kemudian diambil sama dia kantong itu, lalu dibuka.

Ternyata di dalamnya ada batu zamrud, warnanya biru dan bagus.  Pemuda ini lalu berdiri di atas batu lalu teriak, "Wahai penduduk Mekah, saya menemukan ini nih, kantong warna biru, siapa pemiliknya?"

Ga ada orang jawab, padahal di situ ada banyak sekali pedagang. Kita bisa bayangkan bagaimana keimanan orang-orang pada zaman itu. Di zaman sekarang mungkin ga usah diiklanin, kantong itu udah ilang, ada yang ngambil. Ini diiklankan tidak ada yang mengaku, dua kali dia teriak, "Wahai penduduk Mekah, siapa pemilik kantong ini?" Lagi-lagi tidak ada yang jawab.

Tiga kali dia coba iklankan, bahkan sampai sepuluh kali, lagi-lagi tidak ada yang datang mengaku pemilik kantong tersebut. Akhirnya dia bilang kepada penduduk Mekah, "Kalian tahu di mana rumah saya, kalau ada orang yang nanya kantongnya yang hilang, tunjukkan rumah saya."

Subhanallah menjelang waktu ashar ada satu orang tua datang kemudian naik di batu yang sama tempat pemuda tadi mengiklankan kantong itu. Lalu kakek itu teriak, "Wahai penduduk Mekah, adakah yang menemukan sebuah kantong yang tergeletak di halaman masjid, itu adalah kantong saya. Kalau ada yang temukan akan saya beri imbalan 500 dirham."

Imbalan yang cukup besar mungkin kalau sekarang bisa belasan juta atau puluhan juta rupiah. Kakek itu mencoba mengiklankan sampai tiga kali, baru kemudian ada yang datang seorang pedagang mengatakan, "Tadi waktu habis sholat dzhuhur ada seorang pemuda penduduk Mekah mengaku menemukan kantong, rumahnya di sana, silakan anda ke sana."

Pergilah kakek itu ke sana. Pas tiba di sana, diketuk pintu rumah itu, lalu bersalaman sama anak muda itu, lalu bertanya, "Apakah kau temukan kantong saya yang sebelumnya tergeletak di halaman masjidil haram?" Anak muda itu mengatakan, "Iya, bisakah kau sebutkan ciri-cirinya?" Kakek itu kemudian menerangkan ciri-ciri kantong itu, isinya ada batu zamrud, warnanya ini dan seterusnya.

Anak muda itu kemudian yakin bahwa kakek ini memang pemilik kantong tersebut. Lalu diberikan lah kantong tersebut kepada kakek ini. Kakek ini berfikir anak muda ini tahu imbalan yang akan dia berikan, kemudian dia mengeluarkan 500 dirham dan memberikannya.

Anak muda ini berkata, "Mohon maaf, apa ini?" Kakek ini menjawab, "Ini imbalan, karena kamu sudah menemukan kantong saya." Pemuda itu berkata, "Tidak, saya niat kembalikan karena Allah, tidak ada yang lain." Kakek ini bilang, "Pokoknya ambil saja, karena ini janji saya." Pemuda ini bilang, "Tidak, saya tidak bisa terima, tidak ada urusan dengan uang ini."

Kakek ini kemudian merasa kagum dengan keimanan anak muda ini, imannya luar biasa, tidak mau terima balasan sejumlah uang yang cukup besar itu. Akhirnya kakek itu tidak memaksa lagi, dianggap urusannya sudah selesai, lalu keluarlah ia dari rumahnya, pamit undur diri kepada pemuda ini.

Ringkas cerita, kira-kira tiga bulan setelah itu, anak muda ini merasa agak sedikit himpit ekonomi, dan ia ingin keluar dari kota Mekah. Keluarlah ia ke Jeddah, di sana ada pelabuhan, anak muda ini naik kapal ingin merantau cari rezeki.

Di tengah lautan kapalnya dihantam ombak yang besar sampai hancur. Dan anak muda ini pun alhamdulullah selamat di atas satu papan pecahan kapal. Dia terbangun menjelang shubuh, disadari ia ternyata terdampar di sebuah pulau. Lalu dia sadar ini menjelang shubuh, harus sholat.

Kemudian ia lihat di pinggir pantai itu ada sebuah masjid. Masjid ini sudah kotor, banyak sarang laba-laba. Dalam keadaan tubuhnya yang lemas, dia paksakan untuk membersihkan masjid itu. Pas masuk waktu shubuh, lalu dia adzan.

Pas dia adzan, masyarakat sekitar masjid datang. Lalu dia ditanya, "Anda ini siapa?" Dia bilang, "Saya musafir, kapal saya tenggelam dan saya terdampar di pulau ini." Dikasihlah dia baju, lalu disuruhlah ia jadi imam sholat. Waktu dia jadi imam sholat suaranya bagus, memang anak muda ini penuntut ilmu yang baik.

Masyarakat di pulau itu merasa cocok dengan anak muda ini, maka mereka memintanya untuk tinggal di pulau itu untuk jadi imam masjid, karena imam sebelumnya sudah meninggal dunia. Setelah tiga bulan tinggal di situ, masyarakat kampung itu berkata, "Wahai anak muda, kami merasa cocok dengan kamu, maukah kamu kami nikahkan dengan anak gadis terbaik kami?"

Lalu di panggillah anak gadis di kampung itu yang menurut mereka paling baik, datang bercadar, begitu datang di masjid, pemuda itu duduk di mihrab, perempuan ini duduk di hadapannya untuk dilihat wajahnya.

Tiba-tiba pemuda ini kaget melihat perempuan itu, karena di lehernya ada kalung, ada batu zamrudnya. Dan dia melihat batu ini persis seperti batu yang ia temukan di Mekah enam bulan yang lalu. Maka ia lihat terus batu zamrud itu.

Lalu masyarakat itu bilang, "Wahai anak muda kau dzalimi perempuan ini. Kami datangkan untuk lihat wajahnya, bukan permatanya." Maka dia bilang, "Saya punya kisah dengan batu ini." Batu ini begini begitu, dia cerita enam bulan yang lalu. "Di Mekah saya bertemu seorang kakek pemilik batu ini...."

Begitu dia bilang seorang kakek.... tiba-tiba masyarakat satu masjid semuanya meneriakan takbir, "Allahu Akbar!" Kaget dia, "Kenapa kalian bertakbir?"

Mereka menjawab "Apa kamu tau siapa kakek itu? Yang kamu tidak mau ambil dirhamnya dan kau kembalikan batu zamrudnya."

Pemuda itu bilang, "Saya tidak tahu."

Lalu mereka bilang, "Kakek itu adalah ayahnya dari perempuan ini... dan dia adalah pemimpin kami di pulau ini... dialah imam masjid kami yang sudah meninggal. Dan dia sewaktu pulang dari Mekah menceritakan kebaikan seorang pemuda yang tidak mau menerima imbalannya dan sebelum meninggal dia sempat berdoa, Ya Allah jadikanlah anak muda di Mekah itu jodoh anak saya."

Subhanallah...

Hikmah dari kejadian ini, berawal dari batu zamrud yang sebelumnya ia kembalikan karena Allah, kemudian Allah jadikan batu itu dengan cara-Nya menjadi haknya dia. Bahkan Allah tambahkan ia memiliki istri pemilik batu zamrud itu.

Begitulah balasan bagi orang yang bertakwa kepada Allah S.W.T.

Silakan share jika dirasa bermanfaat...
Dan nanti kan kisah2 yg lain nya.

Sumber : Lampu Islam Youtube Channel

3 GOLONGAN MANUSIA DI HARI KIAMAT

BY Unknown IN , , No comments

3 GOLONGAN MANUSIA DI HARI KIAMAT


Manusia di hari kiamat akan terbagi ke dalam tiga golongan. Golongan apa saja itu?

Anda boleh simak penjelasan berikut ini yang disadur dari ceramahnya Ustadz Khalid Basalamah...

****

Manusia di hari kiamat akan terbagi ke dalam tiga golongan.

#1 GOLONGAN PERTAMA

Yang pertama, golongan manusia yang masuk surga tanpa hisab. Ini adalah para nabi dan rasul, para syuhada. Mengenai orang yang mati syahid ada sabda Nabi S.A.W tentang mereka, “Siapapun yang mati syahid maka diampuni semua dosanya, kalau dia mati di darat kecuali hutangnya, kalau dia mati di lautan maka dimaafkan semua dosanya.” Kemudian ada juga golongan orang-orang shiddiq yang masuk surga tanpa hisab, dikarenakan selalu bertaubat kepada Allah sehingga membuat mereka tidak ada dosanya.

#2 GOLONGAN KEDUA

Lalu golongan yang kedua adalah orang-orang beriman yang masuk ke dalam surga tapi melalui proses timbangan amal. Ini dikarenakan mereka masih punya dosa-dosa yang dikerjakan, baik itu dosa dengan Allah wa ta’ala secara langsung, seperti dosa berzina, ketinggalan sholat, ada ibadah-ibadah yang dia lalaikan. Atau dia punya dosa dengan sesama makhluk. Dia punya dosa pernah ghibah, pernah memfitnah, ada hak orang lain yang diambil.

Maka golongan kedua ini harus ada timbangan amal dulu. Kalau dosanya berhubungan langsung dengan Allah Azza wa Jalla, langsung ditimbang. Kalau amal baiknya lebih banyak dari amal buruknya, maka dia selamat. Tapi tetap melalui proses timbangan. Kalau ada dosa berhubungan dengan makhluk, maka harus diselesaikan dulu urusannya dengan makhluk itu. Kalau dia pernah ghibah atau memfitnah, maka dia harus selesaikan dulu urusan itu. Orang-orang yang jadi korban ghibah dan fitnah tersebut akan datang dan menuntut kepadanya.

Pada saat mereka menuntut, maka diambillah pahala-pahala orang ini. Sampai sudah selesai urusannya dengan sesama makhluk, lalu dia ditimbang sisa amal sholehnya dengan dosanya. Kalau lebih berat amal sholehnya, maka dia selamat. Kalau amal buruknya lebih berat, maka ini berarti masuk neraka dahulu. Maka hendaklah kita berlindung diri dari perbuatan merugikan orang lain. Di antara doa yang mulia, “Ya Allah ingatkanlah hamba-Mu ini apapun yang berhubungan dengan haknya orang lain, sebelum hamba meninggal dunia dan mudahkan hamba untuk menyelesaikan.”

Mungkin hutang, mungkin pernah menyakiti hati dari lisan, mungkin pernah memukul orang, mungkin pernah pinjam barang tapi lupa mengembalikan, banyak hal yang bisa jadi kita ga tahu. Jangankan dengan orang lain, orang tua sama anak saja pada hari kiamat saling lari. “Pada hari itu orang lari dari saudaranya sendiri, dari ibunya dan ayahnya, dari pasangan hidupnya juga keturunannya.” Mereka lari, karen takut ayahnya menuntut, takut ibunya menuntut, takut istri atau suaminya menuntut, bahkan takut juga sama anaknya nanti di padang mahsyar.

Sampai Aisyah perbah menangis, “Ya Rasulullah, apakah nanti pada hari kiamat kalian akan mengingat istri-istri kalian?”, Nabi S.A.W bersabda, “Wahai Aisyah, dalam keadaan buku sedang beterbangan, ke tangan kanan atau ke tangan kiri, tidak ada orang mengingat orang lain. Begitu pula pada saat timbangan amal, tidak ada orang yang ingat orang lain. Yang dia pikir dirinya sendiri, dan juga pada saat melewati jembatan shirat, sampai dia lolos atau tidak.” Semua orang akan berpikir bagaimana menyelamatkan dirinya sendiri.


#3 GOLONGAN KETIGA

Lalu golongan yang ketiga, yang tidak melalui lagi hisab, tapi bukan ke surga, mereka masuk neraka. Siapa golongan itu? Mereka adalah orang kafir, orang musyrik, orang munafik, ini tidak ada lagi timbangan amal, karena tidak ada gunanya. Sebagaimana dalam hadits Bukhari, Aisyah pernah bertanya kepada Rasulullah S.A.W tentang seorang tokoh Mekkah, orang ini terkenal sekali baik, suka bantu orang, silaturahim keluarganya baik, Aisyah bertanya, “Apakah bermanfaat buat dia ya Rasulullah?” Kata Rasulullah, “Tidak sama sekali, karena dia belum beriman kepada Allah, belum masuk Islam.” Jadi orang kafir sebaik apapun perbuatannya, tidak ada manfaatnya di akhirat kelak.

Naudzubillah jangan sampai kita termasuk di golongan orang-orang yang ketiga, karena golongan ini begitu pintu neraka dibuka mereka langsung dijebloskan ke dalamnya, sementara golongan lain sedang ditimbang amalnya. Namun jangan pula kita masuk ke golongan kedua karena walaupun ujunganya dia akan masuk Surga, tapi harus merasakan dahsyatnya siksa api neraka terlebih dahulu, dan ini berat. Maka targetkan lah untuk menjadi golongan yang pertama, yaitu orang-orang yang masuk Surga tanpa hisab.

****

Silakan share, jika dirasa bermanfaat...