Senin, 09 Januari 2017

KISAH ISTIGHFAR PENJUAL ROTI

BY Unknown IN , , No comments

KISAH ISTIGHFAR PENJUAL ROTI


Kalimat istighfar punya banyak keutamaan, salah satunya membuat doa yang kita panjatkan kepada Allah dikabul. Seperti kisah penjual roti berikut ini..

Sebelum masuk ke kisahnya, mari kita berkenalan terlebih dahulu dengan Imam Ahmad.

Zaman dulu ada seorang ulama tersohor yang namanya dikenal oleh banyak orang. Ulama itu bernama Ahmad bin Hambal

Beliau ulama yang banyak menelurkan karya-karyanya yang fenomenal seperti riwayat hadits dan kitab-kitab fiqih..

Melalui karya riwayat hadits, orang-orang mengenalnya sebagai imam Ahmad (Hadits Riwayat Ahmad)

Melalui karya kitab-kitab fiqihnya orang-orang mengenal dengan nama Imam Hambali (diambil dari nama Ayahnya)

Begini kisahnya..

Pada suatu hari, ketika Imam Ahmad sedang bepergian, lalu di perjalanan Imam Ahmad ingin menginap di sebuah masjid, berniat untuk bermalam di sana.

Namun tampaknya penjaga masjid tidak mengenali siapa beliau ini sehingga ketika beliau meminta izin untuk berada di dalam masjid hingga datangnya waktu shubuh, sang penjaga masjid menolaknya.

Meskipun Imam Ahmad sudah berulang kali membujuk sang penjaga masjid untuk diizinkan bermalam disana, namun tetap saja beliau tidak diizinkan.

Akhirnya Imam Ahmad keluar dari area masjid dan beliau terpaksa mencari tempat bermalam di lain tempat.

Ketika beliau keluar area masjid, lewatlah seorang tukang penjual roti keliling yang melihat kejadian itu.

Tukang roti itu tertarik ingin mengetahui apa yang sedang terjadi kepada Imam Ahmad sampai diusir oleh penjaga masjid.

Ketika Imam Ahmad menceritakan yang dialaminya, penjual roti itu akhirnya iba dan dengan kebaikan hatinya ia menawarkan beliau untuk menginap di rumahnya.

Di rumah pembuat roti, Imam Ahmad dijamu dengan baik layaknya seorang tamu.

Entah karena ingin menyembunyikan identitas atau karena tidak ditanya oleh tuan rumah, Imam Ahmad tidak mengenalkan dirinya bahwa dirinya adalah ulama besar yang tersohor.

Lalu setelah beberapa saat bercengkrama si pembuat roti mempersilahkan Imam Ahmad untuk beristirahat.

Sementara ia sendiri menyiapkan adonan roti untuk dijual esok hari.

Lalu ada yang menarik perhatian Imam Ahmad dari si pembuat roti ini.

Si pembuat roti bekerja sambil melantunkan istighfar.

Ia terus beristighfar sampai pekerjaannya selesai.

Hal ini didengar oleh Imam Ahmad sehingga membuat beliau terkesan.

Keesokan harinya Imam Ahmad yang penasaran kemudian bertanya kepada si pembuat roti,

"Semalam terdengar olehku lantunan istighfar yang terus menerus engkau baca ketika sedang membuat roti. Katakanlah kepadaku wahai tuan, apakah engkau mendapatkan sesuatu dari istighfar yang engkau baca?"

Si pembuat roti lalu menjawab, "ya begitulah adanya..sungguh saya benar-benar telah mendapatkan faidah dari keutamaan melazimkan istighfar.

Demi Allah, sejak saya melazimkan istighfar, saya tidak memohon sesuatu kepada Allah kecuali pasti dikabulkan. Doa saya selalu diijabah oleh allah. Hanya ada satu doa yang belum dikabulkan sampai saat ini."

Imam Ahmad bertanya, "Apakah itu?"

Si pembuat roti berkata, "Aku ingin bertemu dengan ulama paling tersohor saat ini yaitu Imam Ahmad bin Hambal!"

Mendengar hal tersebut, Imam Ahmad tersenyum.

Tampaknya beliau sudah mengerti hikmah diusirnya beliau dari masjid kemarin malam.

Allah mengabulkan doa si pembuat roti dengan perantara peristiwa semalam sampai pada akhirnya beliau bertemu dengan si penjual roti.

Kemudian Imam Ahmad berkata, "Wahai tuan, saya lah Imam Ahmad bin Hambal. Demi Allah, Allah-lah yang mengaturku sehingga bisa bertemu denganmu."

Subhanallah.. Begitu istimewanya istighfar ini sehingga Allah berkenan untuk mengabulkan setiap permohonan dari hambanya.

Share jika dirasa bermanfaat

0 komentar:

Posting Komentar