Rabu, 11 Januari 2017

KETIKA HIDAYAH JADI KAMBING HITAM

BY Unknown IN , , No comments

KETIKA HIDAYAH JADI KAMBING HITAM


Pernahkah Anda mendengar ungkapan seperti ini..

"Kepengen sih berhijab tapi gimana ya.. Saya belum dapat hidayah"

"Saya pengen sih jadi orang yang baik ibadahnya, tapi mungkin saya belum dapat hidayah"

Apakah Anda pernah mendengar ungkapan seperti itu?

Saya yakin Anda pernah mendengarnya.. iya kaan..

Apakah mungkin dari keluarga, teman, sahabat, atau bahkan Anda sendiri pernah mengatakan hal itu? ^_^

Tidak penting apakah Anda pernah mengatakan hal itu atau tidak, yang paling penting adalah apakah Anda mengerti bagaimana konsep hidayah yang benar di dalam Islam.

Pada tulisan kali ini Anda akan saya ajak mengenal konsep hidayah di dalam Islam.

*****

Kalau kita perhatikan dari ungkapan di atas seakan-akan hidayah itu menjadi penghalang seseorang berbuat baik.

Seolah-olah gara-gara hidayah belum sampai pada dirinya, sehingga dia engga bisa menjadi orang yang lebih baik.

Benarkah demikian?

Tahukah Anda bahwa sesungguhnya kita semua sudah menerima hidayah sejak lahir.

Benarkah?

Iya bener banget..

Anda boleh baca tulisan ini sampai selesai, untuk memahami konsep hidayah yang sesungguhnya.

Di dalam Islam ada tiga jenis hidayah, apa saja itu?

Yuk kita bahas satu-satu ^_^

#1 HIDAYAH AKAL

Setiap manusia memiliki akal yang tujuannya agar bisa membedakan mana hal yang baik dan mana hal yang buruk.

Sebagaimana Allah berfirman di dalam surat As-Syams ayat 8, "Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) fujur (buruk) dan jalan ketaqwaan."

Kemudian dalam Surat Al-Balad ayat 10, "Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan."

Sebetulnya manusia itu diberikan kecenderungan apakah akan berbuat baik (sesuai ridha Allah) atau berbuat buruk (dosa).

Ketika manusia itu berbuat baik, hatinya akan merasa tentram. Dan sebaliknya, ketika berbuat dosa, hatinya akan gelisah.

Anehnya hati kita itu koq tiba-tiba merasa tentram dan gelisah tanpa kita perintahkan.

Nah itulah dia hidayah akal, Allah menjadikan akal untuk menuntun manusia agar cenderung berbuat baik.

#2 HIDAYAH AL-QURAN & SUNNAH

Hidayah selanjutnya adalah hidayah Al-Quran dan as-Sunnah.

Secara terminologi bahasa, hidayah artinya adalah petunjuk. Dan Al-Quran adalah petunjuk bagi orang-orang yang beriman, tidak ada keraguan di dalamnya.

Jadinya lucu sekali kalau alasan seseorang menunda berubah menjadi orang baik karena alasan belum dapat hidayah.

Yang ada adalah mungkin dia belum siap melaksanakan hidayah (petunjuk) dari Al-Quran.

Atau jangan-jangan lebih parahnya lagi orang tersebut memang belum mau mengikuti tuntunan Al-Quran dan as-Sunnah.

Sebagaimana Allah berfirman, "Dan demikianlah Kami terangkan ayat-ayat Al-Quran (supaya jelas jalan orang-orang yang shaleh, dan supaya jelas pula jalan orang-orang yang berdosa).

#3 HIDAYAH TAUFIQ

Lalu hidayah yang terakhir adalah hidayah taufiq. Hidayah taufiq sepenuhnya hak Allah. Mungkin hidayah ini yang sering dijadikan kambing hitam.

Perlu difahami bahwa hidayah taufiq berbeda dengan dua hidayah sebelumnya. Kalau hidayah akal dan Al-Quran serta as-Sunnah sepenuhnya sudah hadir di hadapan kita.

Sementara hidayah taufiq ini tidak gratis, hidayah taufiq tidak turun kepada setiap orang. Hidayah taufiq harus diperjuangkan.

Taufiq asal katanya dari "muwafiq" artinya setuju. Inilah hidayah yang memerlukan persetujuan Allah sehingga Allah berkenan memberikan kepada hamba pilihan-Nya.

Tapi jangan salah hidayah taufiq ini baru turun kalau kita sudah menggunakan dua hidayah yang pertama. Itu syaratnya, kita harus menggunaakn akal dan melaksanakan Al-Quran serta as-Sunnah dengan sungguh-sungguh.

Ciri-ciri orang yang mendapatkan hidayah taufiq adalah dia akan merasa mudah berbuat baik. Dia merasa cenderung dalam kebaikan.

Hati mudah tentram, engga gampang marah, mudah memaafkan, senantiasa menjaga hati dari sifat dengki dan hasad.

Beruntunglah orang yang mendapatkan taufiq dari Allah, karena dengannya ia akan mudah beramal shaleh.

Jadi kesimpulannya kalau kita ingin menjadi orang yang baik kita harus menggunakan AKAL kita, lalu kemudian mengikuti petunjuk Al-Quran dan Sunnah-sunnah Rasulullah.

Kalau kita sudah bersungguh-sungguh menggunakan kedua hidayah tersebut maka Allah akan menghadiahkan TAUFIQ baginya.

Jadi sekarang faham kan kenapa ada orang yang sulit berubah jadi orang baik..

Wajar aja mungkin memang dia tidak pernah sungguh-sungguh menggunakan akal untuk mengikuti tuntunan AL-Quran serta jsunnah Rasul-Nya.

Share yaa

Semoga tulisan sederhana ini bisa mencerahkan dan bermanfaat..

*****

0 komentar:

Posting Komentar